Wenger Benci Periode Natal yang Sibuk

Wenger Benci Periode Natal yang Sibuk

Rentetan jadwal pertandingan yang padat pada periode Natal menjadi suguhan tersendiri Premier League. Arsene Wenger pernah membenci situasi tersebut.

“Tentu saja tantangan gelar juara bisa dijalankan atau gagal pada periode (Natal) ini,” kata Wenger sebelum Arsenal melawan Everton di Goodison Park, Rabu (14/12/2016) dinihari WIB.

Sebuah kalimat dari Wenger yang mengingatkan dirinya sendiri dan para kontestan Premier League jika mereka telah memasuki periode krusial liga Inggris musim ini. Periode Natal. Festive Break. Masa-masa itu dimulai pekan ini sampai pergantian tahun nanti.

Arsenal sendiri memasuki periode Natal dengan berjumpa Everton di Goodison Park, Rabu (14/12/2016) dinihari WIB. Ada lima pertandingan yang harus dimainkan The Gunners dalam rentang waktu 20 hari.

Apes buat Arsenal, mereka mengawali periode ini dengan hasil kurang sip, kalah 1-2 dari Everton. Sudah begitu, Wenger dapat ejekan dari manajer The Toffess, Ronald Koeman, soal wasit.

Dengan pendeknya durasi dan banyaknya pertandingan, bisa dibayangkan kelelahan yang harus ditanggung para pemain. Bukan cuma fisik tapi juga mental karena publik Inggris pada umumnya tengah menikmati masa libur panjang akhir tahun.

Namun petinggi Premier League menegaskan kalau laga-laga pada periode Natal memang harus dihelat untuk menyuguhkan tontonan buat warga yang tengah liburan. Intinya ada pasar yang besar di sana.

Periode Natal memang jadi anomali buat liga di Eropa. Daily Mail menyebut kalau cuma ada lima negara Eropa yang tetap menggelar liga pada masa-masa ini. Selain Inggris, ada Israel, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales.

Bagaimana liga di negara-negara Eropa lainnya? 37 negara lain libur dan 11 negara lain memang menggulirkan liga di luar bulan Desember, biasanya mulai Februari atau Maret dan sudah selesai pada November.

Sebagai gambaran, liga Italia libur selama tiga pekan, La Liga istirahat dua pekan, dan Bundesliga malah lebih panjang lagi, libur sampai satu bulan.

Bagi para pendatang baru, periode ini bisa jadi amat berat. Masih ingatkan mantan manajer Manchester United, Louis van Gaal, yang menyebut jadwal dalam periode itu sebagai jadwal pertandingan evil? Bukan cuma berdampak kurang sip buat liga, tetap dimainkannya pertandingan-pertandingan saat libur akhir tahun dinilainya juga berpengaruh buruk buat timnas Inggris.

Sam Allardyce juga menilai periode ini berpotensi memunculkan lebih banyak cedera pemain. David Silva mengakui para pemain amat kelelahan, apalagi buat mereka yang bermain pada ajang di Eropa.

Waktu itu, Wenger merespons dengan berkaca kepada dirinya sendiri. Dulu dia pernah membenci jadwal padat pada periode Natal, tapi dalam perjalanannya dia justru akan sangat kehilangan jika sampai dihapus.

“Saya tak setuju dengan pendapat Louis van Gaal. Mungkin karena saya sudah cukup lama berada di Inggris. Saya juga memiliki pendapat yang sama dengan dia ketika saya baru tiba di sini, tapi kini saya akan menangis jika itu diubah karena sudah bagian dari tradisi Inggris dan sepakbola Inggris,” kata Wenger yang sudah menangani Arsenal sejak 1996.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *