Walau Inggris Menang Biasa, Southgate Tetap Puas

Inggris berusaha kembali tampil dengan memakai pola tiga bek ketika melangsungkan laga menghadapi Lithuania. Walau hanya menang dengan skor tipis lewat penalti, Inggris dianggap sudah perlihatkan sinyal yang oke.

Inggris hanya menang dengan skor tipis 1-0 ketika melangsungkan laga pada terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2018 pada hari Minggu (8/10/2017) malam WIB. Satu-satunya angka berhasil diciptakan oleh Harry Kane lewat titik penalti pada menit 27.

Inggris sesungguhnya bermain sangat unggul lewat penguasaan bola sampai dengan 71 persen dan melesatkan 20 tendangan. Namun lewat keunggulan tersebut, tim ‘Tiga Singa’ hanya ciptakan 4 sepakan yang mengarah ke gawang. Sedangkan Lithuania pun sering kali raih keadaan yang oke lewat menyerang balik, mencatatkan sampai 9 tendangan dengan 2 di antaranya yang tepat ke sasaran.

Inggris memang berusaha kembali pada pertandingan ini. Selain memainkan beberapa pemain yang sebelumnya tak dipilih seperti Harry Maguire, Kieran Trippier, Aaron Creswell, atau Harry Winks, pola tiga bek pun dicoba.

Pada pertandingan ini, Maguire menemani Michael Keane dan John Stone di belakang. Mereka di backup oleh 4 pemain gelandang yaitu Trippier, Creswell, Jordan Henderson, dan Winks. Di depan, Kane disokong Dele Alli dan Marcus Rashford.

Akui performa dari timnya masih belum oke, Gareth Southgate menganggap ada sejumlah hal positif. Tentang repotnya timnya, ia salah satunya mengatakan faktor lapangan sintetis menjadi rintangan tersendiri.

“Saya anggap ada beberapa hal yang amat menyenangkan, kami bikin banyak perubahan di tim dan kami saksikan banyak hal yang ingin kami saksikan,” ucap Southgate.

“Ada beberapa performa individu yang oke pada sistem yang beda, sejumlah di antaranya kami eksekusi dengan oke dan sejumlah dari itu kami kembangkan. Namun ini merupakan sebuah peluang yang oke untuk saksikan pada para pemain yang beda, yang sudah lakukan pekerjaan mereka dengan oke.”

“Saya merasa sejumlah hal dari sistemnya oke, cara kami memakai bola dari belakang oke. Kami masih sedikit terbuka saat kehilangan bola, namun sering kali kami temukan celah yang oke, dan mungkin saja bola terakhir atau penuntasan akhir kami tak cukup oke di sepertiga akhir hari ini.”

“Saya merasa ada beberapa momen di mana kami masuk ke beberapa tempat yang oke dan mungkin berusaha lewati pemain lawan dibanding memberi umpan dan bergerak. Namun di lapangan semacam ini bolanya tidak mudah untuk digiring ketika Anda berusaha lewati pemain. Ini jenis rintangan yang berbeda,” kata dia.

Sharing is caring!