Samir Nasri Berambisi Kembali Ke Marseille Namun Sebagai Pelatih

Samir Nasri Marseille, Samir Nasri, Marseille, Ligue 1, Liga Prancis

Samir Nasri saat bermain di Marseille

Gelandang Serang Antalyaspor saat ini yaitu Samir Nasri telah memutuskan untuk kembali membela Marseille, namun tidak sebagai pemain. Ia mengatakan kepada Canal + bahwa suatu hari dia akan kembali ke klub lamanya dan bisa mengambil peran sebagai pelatih.

Memang Nasri sempat melambungkan namanya bersama klub Marseille              sebelum berangkat menuju  Arsenal pada tahun 2008 lalu. Meskipun selanjutnya Ia pindah ke Manchester City, Sevilla dan timnya saat ini di Turki, dia telah terus dikaitkan dengan peralihan menuju Marseille.

Mantan pemain internasional Prancis itu juga mengakui bahwa ia telah dihubungi oleh klub tersebut di musim panas ini, namun ia mengesampingkan sebuah aksi kembalinya saat ini.

Ia mengatakan, “Kami bicara, tapi itu tidak melangkah lebih jauh dari itu. Kembali ke klub lama tidak pernah lebih baik, Namun lebih baik meninggalkan kesan yang bagus. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana perjalanan selanjutnya.”

Pemain berusia 30 tahun itu telah menandatangani kontrak selama dua tahun dengan Antalyaspor, namun Ia sudah memiliki pandangan  yang melampaui pencapaiannya saat dia menggatung sepatu botnya, dan ambisinya bisa membawanya kembali ke Marseille.

“Saya benar-benar ingin menjadi pelatih, mungkin pelatih atau direktur olahraga, dalam hal apapun, melakukan sesuatu dalam sepakbola, itu pasti,” katanya. “Ada potensi di Marseille, benar-benar ada sesuatu yang bagus untuk dilakukan di sana, saya tidak tahu Velodrome itu semua! Tapi ya, mengapa tidak?”

Marseille pindah ke posisi ketiga di klasemen Ligue 1 dengan kemenangan 4-2 hari Minggu atas Nice, membuat mereka unggul tiga poin di bawah posisi kedua Monaco dan enam lagi dengan pemuncak klasemen yang dipemimpin oleh Paris Saint-Germain.

Bagaimanapun juga, Nasri tidak yakin dengan “Champions Project” klub tersebut, yang diberlakukan oleh pemilik ambisius Frank McCourt, yang mengambil alih kendali klub tersebut pada bulan Oktober, dan juga presiden Jacques-Henri Eyraud.

“Saya pikir mereka sedikit terbawa dengan nama proyek tersebut. Jika mereka tidak membicarakan ‘Champions Project’, semua orang pasti akan menemukan perekrutan mereka yang bagus untuk mencoba dan lolos ke kompetisi Eropa,” kata Nasri, merujuk untuk kedatangan musim panas seperti Luiz Gustavo dan Konstantinos Mitroglou.

“Ketika Anda melihat Paris merekrut Neymar dab Mbappe, Monaco pergi dan mendapatkan Jovetic atau Balde atau Tielemans. Anda berkata kepada diri sendiri, ‘Mereka berbohong kepada kami.’ (tentang Champions Project). Sangat disayangkan.”

Sharing is caring!