Pelatih Bayern Munchen Ungkap Alasan Kekalahan Kontra PSG

Sang manajer Bayern Munchen yakni Carlo Ancelotti membeberkan alasannya pada terhadap keputusan dalam memainkan skuat tak biasa kala melawan Paris Saint-Germain yang berhasil menjadikan mereka kian terpuruk di musim Liga Champions 2017-2018 ini.

Carlo Ancelotti mengungkapkan bahwa dirinya sudah memainkan tim terbaik Bayern Munchen saat berlaga tandang ke Paris Saint-Germain walau mereka tetap kalah tiga gol tanpa ada balasan.

Dalam laga Liga Champions 2017-2018 yang dilaksanakan di Parc des Princes, pada Kamis (28/09) dini hari WIB tersebut sang pemegang gelar Liga Jerman tersebut harus menahan kecewa kala Les Parisiens menang dengan skor akhir 3-0.

Dani Alves berhasil memimpin timnya lebih dulu berhasil di menit kedua, kemudian ditambah dengan sepakan Edinson Cavani. Neymar yang awalnya tidak main dalam kontra Montpellier akhir minggu yang lalu, dapat mencetak satu gol di babak kedua.

Di sisi lain, Carlo Ancelotti melakukan enam perubahan dari timnya saat berhadapan dengan VfL Wolfsburg di akhir minggu yang lalu, termasuk menjadikan Mats Hummels, Arjen Robben dan Franck Ribery sebagai pemain cadangan.

Walau timnya gagal, pelatih dari Italia tersebut bersikeras mengatakan jika skuat yang dia ambil mempunyai resiko karena kesulitan bertarung dengan Neymar, Edison Cavani serta Kylian Mbappe.

“ Saya tidak merasa demikian, saya sudah memikirkan hal ini dengan baik dan menempatkan pemain terbaik. Saya akan memperoleh kritikan karena hal ini, namun hal itu bukan masalah buat saya. Saya percaya diri jika tim saya bermain dengan cukup baik walau kondisi di laga ini tidak baik bagi kami, ” ucap Ancelotti.

Lebih lanjut, hal ini berhubungan dengan gol awal mereka. Tim Bayern kemasukan pada menit awal. Setelah itu, terlihat jika mereka kian tak fokus dalam menghindari serangan balik. “ Saya merasa pada babak awal, kami mempunyai kontrol terbaik, dominasi bola yang hebat dan kesempatan tercipta. ” ucapnya lagi.

Lebih lanjut, pelatih Bayern ini menyesalkan jika timnya tidak bergerak cepat dalam meyerang dan sulit fokus dalam menghindari serangan dari tim lawan. Paris Saint-Germain memang bermain dengan menyerang dan mereka sulit mengontrol hal tersebut.

Salah satu hal yang paling disorot yakni absennya Franck Ribery yang disebut-sebut perselihan antara mereka. Walau Carlo Ancelotti membantahnya.

Sharing is caring!