Pelajaran soal Bola Kedua untuk Guardiola

Pelajaran soal Bola Kedua untuk Guardiola

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengaku masih perlu beradaptasi dengan gaya bermain di Inggris. Salah satu yang dipelajarinya adalah soal bola kedua.

City sedang menjalani periode inkonsisten belakangan ini. Dalam lima laga terakhir, mereka cuma sekali menang dengan dua kali imbang dan menelan dua kekalahan.

The Citizens takluk 2-4 dari Leicester City pada laga teranyar, yang membuat mereka sudah kalah di dua laga beruntun di Premier League. Kini mereka menatap laga kontra Watford di Etihad Stadium, Kamis (15/12/2016) dinihari WIB, dalam usahanya kembali ke jalur kemenangan.

Salah satu aspek yang diakui Guardiola perlu diperbaiki dari timnya adalah soal memenangi bola kedua. Bola kedua adalah bola yang bergulir bebas setelah kontak pertama terhadap hasil eksekusi bola mati, baik tendangan gawang, tendangan bebas, maupun lemparan ke dalam.

Contohnya, biasanya tendangan gawang diikuti perebutan bola di tengah. Setelah terjadi kontak pertama, bola kemudian bergulir tanpa dikuasai tim manapun.

Saat kalah dari Leicester, City kebobolan gol kedua karena gagal mengamankan bola kedua hasil lemparan ke dalam. Guardiola menyadari memenangi bola kedua adalah aspek krusial di Inggris.

“Kami harus mengurangi sejumlah kesalahan, tapi yang terpenting di sepakbola Inggris adalah mengontrol bola kedua. Tanpa itu Anda tak bisa bertahan,” ujar Guardiola.

“Gol kedua di Leicester datang dari lemparan ke dalam, bola kedua lalu menjadi gol. Di banyak negara lain, ketika seseorang memegang bola dengan kaki, orang-orang tahu apa yang akan terjadi.”

“Di sini sepakbola lebih tak terprediksi karena bolanya lebih sering di udara ketimbang di tanah. Saya hanya perlu melihat satu pertandingan untuk memahami sepakbola Inggris: Swansea 5, Crystal Palace 4.”

“Sembilan gol, delapan dari bola mati. Itulah sepakbola Inggris dan saya harus beradaptasi,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *