Para Pemain Brazil Yang Gagal Penuhi Ekspektasi

Brazil dikenal sebagai salah satu penghasil bintang-bintang sepakbola sejak dulu, kita sebut saja Pele, Romario, Ronaldo, dan sekarang Neymar. Namun demikian, bukan berarti Tim Samba selalu memiliki sosok pemain bintang atau melahirkan bakat besar. Ada beberapa pemain yang diprediksi bakal bersinar di masa mendatang justru gagal penuhi ekspektasi publik, seperti para pemain berikut ini misalnya.

Para Pemain Brazil Yang Gagal Penuhi Ekspektasi

1. Denilson

Saat Ronaldo sedang menjadi bahan perbincangan, muncul sejumlah talenta muda Brazil, termasuk salah satunya Denilson. Bahkan, karena kabar tentang bakatnya yang terpendam, Klub La Liga Spanyol, Real Betis, berani menebusnya lewat kocek 21,5 Juta Euro saat itu, dimana kocek tersebut termasuk kocek yang sangat tinggi. Sayang, Denilson gagal memenuhi ekspektasi, dia hanya mencetak 13 gol bagi Real Betis. Bahkan pada musim keduanya, Real Betis terdegradasi ke Segunda division.

2. Anderson

Pada tahun 2007 silam, MAnchester United berani merogoh kocek sebesar 20 Juta euro untuk mendaratkan pemain muda brazil, Andreson dari FC Porto dan dia adalah pemain kedua Brazil dalam sejarah Setan Merah saat itu. Memang, selama yang bersangkutan berkostum Merah, United sukses memenangkan sejumlah trofi, hanya saja, Anderson sangat jarang bermain.

3. Kleberson

Saat Barcelona, Newcastle, dan Leeds dikabarkan tertarik, Manchester United akhirnya berhasil mendapatkan sang pemain dengan harga 6,5 juta pounds. Semua tidak berjalan dengan baik – Kleberson mengalami cedera di laga keduanya bersama United. Dia hanya bisa membuat 20 pertandingan selama dua musim di Old Trafford dan kemudian pindah ke klub Turki Besiktas pada tahun 2005.

4. Alexandro Pato

Dan yang terakhir adalah Alexandro Pato, usai membantu Internacional memenangkan Piala dunia antarklub pada usia 16 tahun, sang pemain kemudian ditebus AC Milan seharga 24 Juta Euro. Awalnya, karir Pato di Milan berjalan baik, bahkan dia memenangkan penghargaan pemain muda terbaik dan golden boy di tahun 2009, dia juga memenangkan trofi top Skorer di tahun 2011. Sayang, cedera akhirnya membuat Pato mengalami penurunan performa, dan kiprahnya kini berlanjut di Liga Super Tiongkok.

Sharing is caring!