Madura United Merasa Ada Kriminalisasi Sepakbola di Indonesia

Haruna Sumitro, sosok yang menjabat sebagai manajer Madura United tersebut baru-baru ini meluapkan keluh kesahnya terkait dengan pertandingan melawan Bhayangkara FC Rabu kemarin (08/11) d. Diungkapkan sang manajer bahwa pihak Klubnya cukup dipersulit, padahal hanya untuk menggelar pertandingan tersebut.

Madura United Merasa Ada Kriminalisasi Sepakbola di Indonesia

Sebagaimana diketahui, Bhayangkara FC memang bertandang ke markas Madura United pada pertandingan lajutan Liga 1 Indonesia tengah pekan kemarin, Rabu (08/11) waktu setempat. Dalam pertandingan tersebut, sejumlah keputusan wasit bisa dikatakan sangat merugikan bagi Tuan Rumah, karena empat kartu merah dilayangkan sang pengadil sepanjang laga, dan akhirnya Madura United telan kekalahan dengan skor akhir 3-1.

Nah, ternyata sebagaimana dituturkan oleh Haruna Sumitro selaku Manajer Madura United, ternyata timnya tak hanya dirugikan saat laga berlangsung, tapi juga dipersulit untuk menggelar pertandingan tersebut, padahal partai itu sendiri berlangsung di markas mereka.

Haruna menuturkan bahwa rekomendasi laga kandang usiran sempat dicabut oleh Kepolisian Resor Bangkalan. Tak hanya itu, diungkapkan juga bahwa pihak Madura United sempat ‘dirayu’ untuk melakukan ‘sesuatu’ dengan iming-iming agar pertandingan tersebut bisa dilangsungkan dengan baik dan mendapatkan surat rekomendasi.

“Saya ingin sampaikan bahwa pukul 21.30 WIB kemarin kita menerima pencabutan rekomendasi dari Polres Bangkalan, kemudian tiba-tiba ada seseorang yang tidak perlu saya sebutkan namanya, ingin memberikan jaminan bahwa kalau Madura mau diajak negosiasi maka everything is clear,” ungkap Haruna.

“Tiba-tiba saja kemudian pertandingan berlangsung dan ancaman terhadap pertandingan tidak bisa dilangsungkan itu sampai sore masih terjadi. Tetapi saya tidak tahu dengan tangan-tangan siapa kemudian tekanan itu begitu kuatnya,” imbuhnya.

Sharing is caring!