JAKARTA, Mediasepakbola.com- KONI Pusat juga melakukan pemanggilan terhadap Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) terkait kisruh yang terjadi selama ini. Tono Suratman, Ketua KONI Pusat mengatakan dari pengalamannya menyelesaikan konflik di Timor Leste, masalah PSSI merupakan masalah kecil. Dan Tono menyarankan sebelum dilakukannya Kongres Luar Biasa (KLB), kedua belah pihak membentuk tim kecil untuk duduk bersama kembali.
"Entah itu dewan atau apalah namanya, masalah ini sebenarnya perlu hati yang dingin untuk duduk bersama. Karena seluruh anak bangsa mempunyai hak untuk ikut kedalam Tim nasional," kata Tono.
Sementara tercatat 28 Pengprov PSSI se-Indonesia hadir dalam rapat yang awalnya direncanakan berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, namun akhirnya digelar di Hotel Parklane, Jakarta.
Pada hari pertamanya itu, Sabtu (3/3), salah satu agenda rapat itu adalah membahas keputusan PSSI membekukan 28 Pengprov PSSI yang mendukung usaha KPSI menggelar KLB 17-18 Maret 2012 mendatang.
"Kami membahas keputusan PSSI membekukan 28 Pengprov PSSI yang mendukung KPSI," tegas Toni Apriliani, Ketua Pengprov PSSI Jawa Barat yang juga Ketua KPSI di kantor KPSI, Senin petang (5/3).
Sama seperti yang terjadi sebelumnya, keputusan itu diambil dengan cara yang tidak sesuai regulasi atau aturan yang ada. "Kepengurusan Pengprov PSSI itu dipilih lewat Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Pengurus pusat tidak bisa membekukan kepengurusan dan menunjuk carataker tanpa melibatkan anggota Pengprov PSSI itu sendiri, yaitu Pengcab PSSI," ujar Toni.
Merasa diperlakukan semena-mena, FPP pun melakukan pertemuan para Pengprov PSSI itu dengan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.
"Kepengurusan PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin sudah tidak bisa diajak bekerja sama untuk taat aturan. Karena itu, kami akan langsung menghadap Ketua Umum KONI sebagai induk dari PSSI itu sendiri. Bahkan, kami pun bertemu Menpora Andi Mallarangeng besok (Selasa, 6/3)," ujar Toni.
"Kami akan coba menjelaskan duduk persoalan sebenarnya dan aturan yang berlaku. Kepengurusan PSSI sudah terlalu jauh berjalan keluar dari jalur yang benar," pungkas Toni. (BAS)
"Entah itu dewan atau apalah namanya, masalah ini sebenarnya perlu hati yang dingin untuk duduk bersama. Karena seluruh anak bangsa mempunyai hak untuk ikut kedalam Tim nasional," kata Tono.
Sementara tercatat 28 Pengprov PSSI se-Indonesia hadir dalam rapat yang awalnya direncanakan berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, namun akhirnya digelar di Hotel Parklane, Jakarta.
Pada hari pertamanya itu, Sabtu (3/3), salah satu agenda rapat itu adalah membahas keputusan PSSI membekukan 28 Pengprov PSSI yang mendukung usaha KPSI menggelar KLB 17-18 Maret 2012 mendatang.
"Kami membahas keputusan PSSI membekukan 28 Pengprov PSSI yang mendukung KPSI," tegas Toni Apriliani, Ketua Pengprov PSSI Jawa Barat yang juga Ketua KPSI di kantor KPSI, Senin petang (5/3).
Sama seperti yang terjadi sebelumnya, keputusan itu diambil dengan cara yang tidak sesuai regulasi atau aturan yang ada. "Kepengurusan Pengprov PSSI itu dipilih lewat Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub). Pengurus pusat tidak bisa membekukan kepengurusan dan menunjuk carataker tanpa melibatkan anggota Pengprov PSSI itu sendiri, yaitu Pengcab PSSI," ujar Toni.
Merasa diperlakukan semena-mena, FPP pun melakukan pertemuan para Pengprov PSSI itu dengan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.
"Kepengurusan PSSI di bawah komando Djohar Arifin Husin sudah tidak bisa diajak bekerja sama untuk taat aturan. Karena itu, kami akan langsung menghadap Ketua Umum KONI sebagai induk dari PSSI itu sendiri. Bahkan, kami pun bertemu Menpora Andi Mallarangeng besok (Selasa, 6/3)," ujar Toni.
"Kami akan coba menjelaskan duduk persoalan sebenarnya dan aturan yang berlaku. Kepengurusan PSSI sudah terlalu jauh berjalan keluar dari jalur yang benar," pungkas Toni. (BAS)



Komentar Untuk Berita Ini (0)
Kirim Komentar