Inilah Perbedaan Fans Roma Dengan Juventus, Menurut Mirko Vucinic

Fans Juventus

Pemain yang kini sudah berusia 33 tahun tersebut pernah bermain untuk Il Giallorossi mulai tahun 2006 hingga 2011 silam, sebelum memilih hijrah ke Juventus yang dibelanya hingga tahun 2014. Ia membandingkan perbedaan sikap kepada kemenangan dan kekalahan di antara dua klub tersebut, menyebut bahwa hasil imbang tak cukup di Turin.

“Mereka memiliki perbedaan perlakuan. Jika Juventus meraih hasil imbang, itu terasa sebagai kekalahan. Anda merasakan itu, hasil imbang tak cukup membuat mereka terkesan.” ungkap Vucinic, dikutip dari Football Italia.

“Meraih kemenangan memang sangat membantu, sebab setiap kemenangan dapat menjadi modal untuk laga berikutnya. Itu baik untuk mental tim, anda akan merasa lebih kuat.”

“Fans Roma tidak seperti ini, cukup untuk bermain baik dalam beberapa laga dan itu membuat tim berada di posisi lebih baik di tabel klasemen, namun seketika setelah tim meraih hasil negatif, maka anda akan mulai merasa bahwa tim tak lagi mendapatkan dukungan dari fans. Itu sangat membuat frustasi.”

“Di Turin anda dapat berjalan dengan tenang di jalan tanpa dapatkan gangguan dari siapapun. Tak ada stasiun radio disana atau setidaknya tidak sebanyak di Roma. Juventus lebih kuat diluar Turin. Mereka memiliki fokus yang berbeda.”

Ketika ditanyakan mengenai stasiun radio yang membahas tentang sepak bola, pemain asal Montenegro ini mengakui bahwa opini-opini mereka menaruh beban berat kepada para pemain.

“Tentu saja, kami merasakannya. Radio menambah beban kepada kami, semua pemain merasakannya. Saya mengingat bahwa terkadang kami membuat lelucon, seperti ‘saya pernah mendengarnya berbicara tentang ini’ atau ‘saya pernah mendengarnya, namun orang lain berkata sebaliknya’. Semua orang mendengarkannya, bahkan ketika sedang berlatih. Itu tak dapat terelakkan.”

“Mengritisi Roma tak pernah memenangkan Scudetto untuk jangka waktu lama tak akan membantu. Ketika kami berjuang untuk mendapatkan gelar, kami mulai merasa ketegangan di laga yang tak terlalu penting. Disana anda selalu dapat merasakan tekanan di pundak, itu membuat anda frustasi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *