Dominasi Tottenham Tak Mampu Hadapi Chelesa Yang Kekurangan Personil Inti

Marcos Alonso Free Kick Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017, Marcos Alonso Free Kick, Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017, Marcos Alonso Chelsea, Tottenham Hotspurs vs Chelsea, Premeir League, Liga Inggris

Marcos Alonso Free Kick -Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017

Pada tanggal 20 Agustus lalu, pukul 22.00 WIB, Tottenham menghadapi Chelsea dengan kekalahan dengan skor 1-2. Padahal Chelsea sendiri mengalami berbagai kendala dalam menurunkan pemainnya. Bahkan karena kekurangan personil, Antonio Conte terpaksa harus mengerahkan Alvro Morata dan Bakayoko, dimana keduanya sama sekali tidak fit dan juga 6 pemain bek andalannya di starting XI. Sudah jelas bahwa The Blues akan mengambil pendekatan defensif dan mencoba menyerang dengan counter attack. Dan memaksa Conte mengambil keputusan menggunakan formasi 3-5-1-1.

Dalam pertandingan tersebut Tottenham unggul dalam kepemilikan bola disepanjang babak. Dalam menciptakan peluang, Chelsea juga hanya bisa mengelola 9 tembakan selama pertandingan berlangsung. Di sisi lain, Spurs telah mencoba meluncurkan 18 tembakan selama pertandingan berlangsung namun sayangnya tak membuahkan hasil sama sekali.

Dai 18 tembakan tersebut, Tottenham hanya berhasil 6 tembakan yang menuju target dan mereka membutuhkan Michy Batshuayi untuk mencetak gol penyeimbang mereka. Semua peluang yang terlewat dan kegagalan menciptakan gol dengan mendominasi pemainan, sayangnya tak dapat dieksekusi dengan baik.

The Blues mempertahankan garis pertahanan mereka dengan baik dan terus menyerap apa pun yang dilemparkan Spurs menuju mereka. Mereka dibatasi untuk dapat bermain di setengah lapangan mereka sendiri untuk sebagian besar permainan. Lini tengah Chelsea juga sering mendapat ancaman dari Mousa Dembele yang berada dalam kondisi bagus.

Pemain bek, kiper dan bahkan tiang gawang mereka juga membantu Chelsea dalam menepis serangan Tottenham. Sementara The Blues beberapa kali gagal memanfaatkan peluang mereka, namun mereka berhasil melakukannya dengan cukup baik. Tendangan bebas dari Marcos Alonso dibabak pertama dan tendangan yang hampir diselamatkan oleh Hugo Lloris akhirnya mampu membuat mereka meraih kemenangan.

Dengan kekurangan pemain andalan, Chelsea membuat 21 pelanggaran selama pertandingan dan itu membantu mereka mematahkan momentum Spurs dan membuat frustrasi mereka. Hanya Alvaro Morata dan Willian yang berada di depan Chelsea dengan harapan bisa menciptakan sesuatu dari serangan balik, sementara 8 orang lainnya hanya fokus untuk melindungi gawang yang dijaga Thibaut Courtois.

Bahkan wingbacks mereka, Victor Moses dan Marcos Alonso tetap bertahan untuk memastikan Spurs tidak pernah memiliki jalur melebar melalui Kieran Trippier dan Ben Davies. Andreas Christensen, Cesar Azpilicueta dan David Luiz juga semuanya dalam kondisi layak dan membuat Eriksen, Kane, dan Alli terpaku.

Kane sendiri selama 94 menit pertandingan telah mencoba 8 tembakan. Itu adalah jumlah tembakan terbanyak yang pernah ia coba di papan atas Inggris, tanpa hasil. Kane kini telah melewatkan 12 pertandingan tanpa mencetak gol hingga saat ini.

Padahal Kane memiliki catatan fantastis di Liga Primer menghadapi yang berbasis di London, dan mencetak 18 gol dalam 22 pertandingan, namun ia baru saja tidak dapat menemukan jaring tersebut pada bulan Agustus ini meskipun ia merupakan pencetak gol terbanyak Liga Premier selama dua musim terakhir.

Sharing is caring!

Dominasi Tottenham Tak Mampu Hadapi Chelesa Yang Kekurangan Personil Inti

Marcos Alonso Free Kick Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017, Marcos Alonso Free Kick, Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017, Marcos Alonso Chelsea, Tottenham Hotspurs vs Chelsea, Premeir League, Liga Inggris

Marcos Alonso Free Kick -Tottenham Hotspurs vs Chelsea 2017

Pada tanggal 20 Agustus lalu, pukul 22.00 WIB, Tottenham menghadapi Chelsea dengan kekalahan dengan skor 1-2. Padahal Chelsea sendiri mengalami berbagai kendala dalam menurunkan pemainnya. Bahkan karena kekurangan personil, Antonio Conte terpaksa harus mengerahkan Alvro Morata dan Bakayoko, dimana keduanya sama sekali tidak fit dan juga 6 pemain bek andalannya di starting XI. Sudah jelas bahwa The Blues akan mengambil pendekatan defensif dan mencoba menyerang dengan counter attack. Dan memaksa Conte mengambil keputusan menggunakan formasi 3-5-1-1.

Dalam pertandingan tersebut Tottenham unggul dalam kepemilikan bola disepanjang babak. Dalam menciptakan peluang, Chelsea juga hanya bisa mengelola 9 tembakan selama pertandingan berlangsung. Di sisi lain, Spurs telah mencoba meluncurkan 18 tembakan selama pertandingan berlangsung namun sayangnya tak membuahkan hasil sama sekali.

Dai 18 tembakan tersebut, Tottenham hanya berhasil 6 tembakan yang menuju target dan mereka membutuhkan Michy Batshuayi untuk mencetak gol penyeimbang mereka. Semua peluang yang terlewat dan kegagalan menciptakan gol dengan mendominasi pemainan, sayangnya tak dapat dieksekusi dengan baik.

The Blues mempertahankan garis pertahanan mereka dengan baik dan terus menyerap apa pun yang dilemparkan Spurs menuju mereka. Mereka dibatasi untuk dapat bermain di setengah lapangan mereka sendiri untuk sebagian besar permainan. Lini tengah Chelsea juga sering mendapat ancaman dari Mousa Dembele yang berada dalam kondisi bagus.

Pemain bek, kiper dan bahkan tiang gawang mereka juga membantu Chelsea dalam menepis serangan Tottenham. Sementara The Blues beberapa kali gagal memanfaatkan peluang mereka, namun mereka berhasil melakukannya dengan cukup baik. Tendangan bebas dari Marcos Alonso dibabak pertama dan tendangan yang hampir diselamatkan oleh Hugo Lloris akhirnya mampu membuat mereka meraih kemenangan.

Dengan kekurangan pemain andalan, Chelsea membuat 21 pelanggaran selama pertandingan dan itu membantu mereka mematahkan momentum Spurs dan membuat frustrasi mereka. Hanya Alvaro Morata dan Willian yang berada di depan Chelsea dengan harapan bisa menciptakan sesuatu dari serangan balik, sementara 8 orang lainnya hanya fokus untuk melindungi gawang yang dijaga Thibaut Courtois.

Bahkan wingbacks mereka, Victor Moses dan Marcos Alonso tetap bertahan untuk memastikan Spurs tidak pernah memiliki jalur melebar melalui Kieran Trippier dan Ben Davies. Andreas Christensen, Cesar Azpilicueta dan David Luiz juga semuanya dalam kondisi layak dan membuat Eriksen, Kane, dan Alli terpaku.

Kane sendiri selama 94 menit pertandingan telah mencoba 8 tembakan. Itu adalah jumlah tembakan terbanyak yang pernah ia coba di papan atas Inggris, tanpa hasil. Kane kini telah melewatkan 12 pertandingan tanpa mencetak gol hingga saat ini.

Padahal Kane memiliki catatan fantastis di Liga Primer menghadapi yang berbasis di London, dan mencetak 18 gol dalam 22 pertandingan, namun ia baru saja tidak dapat menemukan jaring tersebut pada bulan Agustus ini meskipun ia merupakan pencetak gol terbanyak Liga Premier selama dua musim terakhir.

Sharing is caring!